Showing posts with label Nasional. Show all posts
Showing posts with label Nasional. Show all posts

KEPEMIMPINAN PEREMPUAN DALAM MUHAMMADIYAH

Nyai Hajjah Walidah Ahmad Dahlan(Pendiri 'Aisyiyah)


PEREMPUAN DALAM KEPEMIMPINAN MUHAMMADIYAH
Oleh: Muhammad Izzul Muslimin

Mungkinkah perempuan memimpin persyarikatan Muhammadiyah ? Dalam batas wacana pertanyaan itu dapat dijawab dengan tegas, bisa! Jangankan memimpin persyarikatan Muhammadiyah, memimpin negara pun Muhammadiyah tidak berkeberatan. Hal itu sudah menjadi keputusan Musyawarah Lajnah Tarjih pada Muktamarnya yang ke XVII di Pencongan, Wiradesa Kabupaten Pekalongan pada tahun 1972. (Soal bolehnya kepemimpinan perempuan menurut pandangan Muhammadiyah  dapat dibaca dalam Adabul Mar’ah fil Islam pada  bab VIII dengan judul “Bolehkah wanita menjadi Hakim?”).

RAANYAMAN : Konspirasi CIA, JF. Kennedy, Sukarno, Suharto, dan Freeport

Konspirasi  CIA, JF. Kennedy, Sukarno, Suharto, dan Freeport

kutitipkan bangsa negara kepadamu papua indonesia header

Bongkar Konspirasi Hebat:
Antara John F. Kennedy, Sukarno, Suharto dan Freeport

RAANYAMAN : Pernyataan Sikap DPP IMM Terhadap Pemberitaan Metro TV dan Media Grup

Pernyataan Sikap DPP IMM Terhadap Pemberitaan Metro TV dan Media Grup
Sumber: 
http://www.dakwatuna.com/2014/05/15/51290/pernyataan-sikap-dpp-imm-terhadap-pemberitaan-metro-tv-dan-media-grup/#axzz31ps7o0zc


Logo IMM (inet)

dakwatuna.com – Jakarta.  Hiruk pikuk pemilu presiden sudah semakin terasa, banyak cara dilakukan oleh para kontestan dan tim sukses untuk memenangkan, mempublikasikan  calonnya masing-masing. Mulai dari penguasaan terhadap media massa dengan melakukan pemberitaan yang tidak berimbang sampai pemberitaan secara negatif

RAANYAMAN : Ancaman JASMEV : Jokowi Menang, Islam Gak Bakalan Kami Beri Ruang

Ancaman JASMEV : Jokowi Menang, Islam Gak Bakalan Kami Beri Ruang


Aroma permusuhan terhadap Islam sangat nampak terlihat dari tweet sebuah account tim pendukung Jokowi yang bernama @JASMEV2014

RAANYAMAN : Akankah Udar Pristono Seret Ahok dan Jokowi?

Akankah Udar Pristono Seret Ahok dan Jokowi?
red: shodiq ramadhan
sumber: sindonews/okezone
SI Online

Foto: (DALAM SITUASI TERTENTU KADANG HARUS ADA YANG DIKORBANKAN)

Akankah Udar Pristono Seret Ahok dan Jokowi?

Mantan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono rupanya tak mau ditetapkan menjadi tersangka sendirian. Menurut Udar, proyek pengadaan bus TransJakarta dan BKTB merupakan proyek yang melalu proses struktur kelembagaan. Sehingga Jokowi dan Ahok selaku Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta mestinya juga diperiksa terkait skandal ini.

"Ini proyek sudah melalui persetujuan dari atas, Pak Gubernur. Tapi Pak Gubernur di sini bukan pribadi, tapi pemerintahan. Ada DPRD juga di sini. Ini struktural dari atas ke bawah, dari RPJMD," kata Udar di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (13/5/2014).

Udar mengungkapkan seluruh pejabat DKI di berbagai tingkatan tahu mengenai pengadaan bus Transjakarta ini. "Ini adalah program pemerintah. Ini dilakukan secara struktural, gubernur, SKPD dan DPRD. Seluruh instansi Pemerintah Provinsi DKI mengetahui ini," ujarnya.

Dia pun berharap Pemprov DKI bisa membantu menyediakan bantuan hukum atas kasus pengadaan bus Transjakarta yang menjeratnya itu. "Saya kan baru kemarin ditetapkan menjadi tersangka, jadi akan bawa penasihat hukum. Tapi kalau Pemprov tidak menyediakan (bantuan hukum), Kejaksaan yang akan menyiapkan," ujarnya.

Seperti diketahui, kemarin Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan dua orang tersangka lagi dalam kasus pengadaan Bus TransJakarta di antaranya mantan Kadishub DKI Udar Pristono dan Direktur Pusat Teknologi dan Sistem Transportasi di Bidang Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Prawoto.

Sebelumnya Kejagung juga menetapkan pegawai negeri sipil (PNS) Dishub DA yang merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Bus Peremajaan Angkutan Umum Reguler dan Kegiatan Pengadaan Armada Bus Busway dan ST sebagai Ketua Panitia Pengadaan Barang/Jasa Bidang Pekerjaan Konstruksi 1 Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

red: shodiq ramadhan
sumber: sindonews/okezone

SI Online



Mantan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono rupanya tak mau ditetapkan menjadi tersangka sendirian. Menurut Udar, proyekpengadaan bus TransJakarta dan BKTB merupakan proyek yang melalu proses struktur kelembagaan. Sehingga Jokowi dan Ahok selaku Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta mestinya juga diperiksa terkait

RAANYAMAN : Ormas Islam Laporkan Perusakan Masjid Nurul Ikhlas ke Polrestabes Bandung

Ormas Islam Laporkan Perusakan Masjid Nurul Ikhlas ke Polrestabes Bandung
- See more at: http://salam-online.com/2014/05/ormas-islam-laporkan-perusakan-masjid-nurul-ikhlas-ke-polrestabes-bandung.html#sthash.kHzhYXM5.dpuf

Foto: Ormas Islam Laporkan Perusakan Masjid Nurul Ikhlas ke Polrestabes Bandung

Umat Islam laporkan pengrusakan Masjid Al-Ikhlas Cihampelas Bdg ke polisi-jpeg.imageBANDUNG (SALAM-ONLINE): Sejumlah Ormas Islam, DKM Nurul Ikhlas, dan Ahli waris alm. Hadiwinarso, Sadilah beserta beberapa warga Cihampelas mendatangi Kantor Polrestabes Bandung, Jum’at (9/5/2014) untuk melaporkan kasus perusakan terhadap Masjid Nurul Ikhlas dan memohon agar garis polisi di kawasan rumah huni di Jalan Cihampelas No 149, Bandung, itu dibuka.

Dalam surat permohonan tersebut, dilampirkan pula surat-surat penting yang dianggap bisa membuktikan bahwa lahan Cihampelas 149 tersebut bukanlah aset PT KAI sebagaimana yang klaim saat pengrusakan terjadi pada Senin (5/5) lalu.

Berdasarkan pantauan Alhikmah, berkas yang dilampirkan itu adalah Surat Izin Penghunian Tetap No 6 Tahun 1950, Surat dari Departemen Perhubungan Sekretariat Jenderal Tahun 2006, yang menjelaskan bahwa Cihampelas 149 tidak termasuk ke dalam 43 aset yang dimiliki PT KAI.

Tampak sejumlah ormas Islam, seperti Front Pembela Islam (FPI) dan Pagar Akidah (Gardah), Tim Advokasi Forum Islami Jabar, dan beberapa warga binaan Masjid Nurul Ikhlas Cihampelas,  turut menghadiri audiensi bersama perwakilan dari Polrestabes Kota Bandung tersebut.

“Ada beberapa poin yang ingin kami bicarakan kepada Kapolrestabes, Kom Bes Mashudi. Pertama, segera membuka police line. Karena, dengan begitu, ahli waris bisa menempati rumahnya dan aktivitas ke-Islaman Masjid Nurul ikhlas bisa normal kembali. Kedua, untuk segera mengusut tuntas barang-barang yang dijarah, dan orang-orang yang menghina masjid sebagai sebuah kedok, untuk diusut tuntas,” papar Hari.

Dalam pertemuan tersebut, pihak Polrestabes, yang diwakili Wakil Kepala Polrestabes Kota Bandung, mengatakan, tidak bisa begitu saja membuka police line, sebab itu ada aturannya. Jika sudah ada keputusan dari persidangan, baru bisa dibuka.

Selanjutnya, pihak kepolisian akan memfasilitasi pertemuan antara PT KAI dan ahli waris, Senin (12/5/2014) pukul 09.00 WIB – selesai. Masing-masing pihak diminta untuk memperlihatkan dan menjelaskan dasar kepemilikan lahan tersebut. (pnurullah/alhikmah)

- See more at: http://salam-online.com/2014/05/ormas-islam-laporkan-perusakan-masjid-nurul-ikhlas-ke-polrestabes-bandung.html#sthash.kHzhYXM5.dpuf



Umat Islam laporkan pengrusakan Masjid Al-Ikhlas Cihampelas Bdg ke polisi-jpeg.imageBANDUNG (SALAM-ONLINE): Sejumlah Ormas Islam, DKM Nurul Ikhlas, dan Ahli waris alm. Hadiwinarso, Sadilah beserta beberapa warga Cihampelas mendatangi Kantor Polrestabes Bandung, Jum’at (9/5/2014) untuk melaporkan kasus perusakan terhadap Masjid Nurul Ikhlas dan memohon agar garis polisi di kawasan rumah huni di Jalan Cihampelas No 149, Bandung, itu dibuka.

Dalam surat permohonan tersebut, dilampirkan pula surat-surat penting yang dianggap bisa membuktikan bahwa lahan Cihampelas 149 tersebut bukanlah aset PT KAI sebagaimana yang klaim saat pengrusakan terjadi pada Senin (5/5) lalu.

Berdasarkan pantauan Alhikmah, berkas yang dilampirkan itu adalah Surat Izin Penghunian Tetap No 6 Tahun 1950, Surat dari Departemen Perhubungan Sekretariat Jenderal Tahun 2006, yang menjelaskan bahwa Cihampelas 149 tidak termasuk ke dalam 43 aset yang dimiliki PT KAI.

Tampak sejumlah ormas Islam, seperti Front Pembela Islam (FPI) dan Pagar Akidah (Gardah), Tim Advokasi Forum Islami Jabar, dan beberapa warga binaan Masjid Nurul Ikhlas Cihampelas, turut menghadiri audiensi bersama perwakilan dari Polrestabes Kota Bandung tersebut.

“Ada beberapa poin yang ingin kami bicarakan kepada Kapolrestabes, Kom Bes Mashudi. Pertama, segera membuka police line. Karena, dengan begitu, ahli waris bisa menempati rumahnya dan aktivitas ke-Islaman Masjid Nurul ikhlas bisa normal kembali. Kedua, untuk segera mengusut tuntas barang-barang yang dijarah, dan orang-orang yang menghina masjid sebagai sebuah kedok, untuk diusut tuntas,” papar Hari.

Dalam pertemuan tersebut, pihak Polrestabes, yang diwakili Wakil Kepala Polrestabes Kota Bandung, mengatakan, tidak bisa begitu saja membuka police line, sebab itu ada aturannya. Jika sudah ada keputusan dari persidangan, baru bisa dibuka.

Selanjutnya, pihak kepolisian akan memfasilitasi pertemuan antara PT KAI dan ahli waris, Senin (12/5/2014) pukul 09.00 WIB – selesai. Masing-masing pihak diminta untuk memperlihatkan dan menjelaskan dasar kepemilikan lahan tersebut. (pnurullah/alhikmah)

RAANYAMAN : 28 Siswa SMA Muhammadiyah 2 Surabaya Raih Penghargaan Pangeran Philip

28 Siswa SMA Muhammadiyah 2 Surabaya Raih Penghargaan Pangeran Philip
SUMBER : SI Online.


Foto: 28 Siswa SMA Muhammadiyah 2 Surabaya Raih Penghargaan Pangeran Philip

Sejumlah 27 siswa-siwi  dan seorang yang kini telah menjadi alumni  SMA Muhammadiyah 2 Surabaya (Smamda), menerima penghargaan dari semacam Yayasan (Foundation) The International Award for Young People (IAYP) atau Adinugraha Indonesia The Duke of Edinburgh’s (Pangeran) Philip, London, Inggris.

Adalah Mustika Diah, siswi klas 2 ( klas 11) salah satu dari 28 siswa Smamda Surabaya peraih award itu. Dari tiga kategori penghargaan (Emas, Perak dan Perunggu), Mustika Diah mendapatkan penghargaan dengan kategori perak.

Sedang penghargaan ketegori emas diraih seorang siswa alumni---yang lulus tahun 2013 lalu. Dan 26 siswa lainnya memperoleh penghargaan kategori perunggu diantaranya; Kholifatul Khasanah, M. Khoirul Khafidz, Siti Agustin Maghfiroh serta M. Hamsyah.

Untuk meraih penghargaan ini, siswa peserta program, dalam kurun waktu tertentu harus melakukan serentetan kegiatan rekreasi fisik (kegiatan olah-raga yang terukur) dan seni, skill, layanan sosial dan adventures.

Mustika Diah menggambarkan untuk skill; ia menyertakan bukti kegiatan lomba presenter yang pernah diikuti dan berhasil mencapai final. Untuk kegiatan layanan sosial, dimasukkan kepesertaannya secara aktif di-organisasi Remaja sebuah Masjid. Kegiatan fisik dan seni, dimasukkan bukti ia pernah meraih juara pada Kejaraan Nasional (Kejurnas) Tapak Suci memperebutkan Piala Univ. Airlangga tahun 2013. Tapak Suci merangkum aktifitas olah raga dan seni bela diri (pencak silat).

Siswa/i peraih piagam penghargaan ini meyakini, kelak setelah lulus dari SMA, dapat memudahkan untuk mendapatkan perguruan tinggi pilihannya; memudahkan pula untuk memperoleh bea-siswa. Beberapa alumni Smamda yang pernah meraih penghargaan ini, tidak saja mendapat kemudahan untuk mendapatkan pendidikan lanjutan di perguruan tinggi, melainkan juga merasa memperoleh kemudahan ketika harus bersaing dalam memperoleh pekerjaan.

Mas’ad Fachir, Kepala Sekolah Smamda Surabaya menyatakan sangat mendukung kegiatan siswa dengan muara untuk memperoleh penghargaan ini. Diungkapkan pula, di sekolah-nya terdapat 42 jenis kegiatan ekstra-kurikuler yang dapat dimanfaatkan siswa untuk mendukung upaya untuk memperoleh penghargaan ini, atau setidaknya dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan diri. “Dengan penghargaan yang diperoleh, diyakini dapat bernilai dan dapat membantu menumbuhkan kepercayaan diri di kalangan siswa peraihya,” katanya.

Seperti dikutip Harian Surya, Mas’ad Fachir menambahkan, Smamda mengikutkan siswa/i-nya dalam program IAYP sejak program itu ada di Indonesia di tahun 1999. Para siswa yang pernah meraih penghargaan, juga berprestasi di berbagai ajang internasional yang tidak saja mewakili sekolah-nya, tetapi juga mewakili Indonesia; diantaranya Award Leader Forum (ALF) yang digelar di Seul-Korea maupun di Kuala Lumpur Malaysia.

Berbarengan penyerahan piagam penghargaan, Mayong Suryo Laksono mengungkap, dengan penghargaan ini menjadi bukti adanya prestasi, walaupun sama sekali tidak ada yang dilombakan. Peserta program ini, telah memberikan bukti memiliki prestasi kecakapan pribadi di bidang olah raga, seni serta yang lainnya. Peserta program tergabung dalam suatu kelompok. Setiap kelompok terdapat mentor pendamping yang memberikan penilaian dalam kurun waktu yang sudah ditentukan. Setiap siswa peserta memiliki buku penilaian, tak ubahnya seperti buku rapor dalam jenjang pendidikan.

Setelah para siswa memperoleh penghargaan ini, menurut Mayong Suryo Laksono, secara langsung menjadi bagian dari ‘masyarakat’ global di bawah naungan yayasan. Yang telah berjalan selama ini, ada pertemuan para peraih penghargaan ditingkat regional bahkan kemudian di tingkat internasional. Dalam waktu dekat ini, pertemuan itu diselenggarakan di salah satu kota di Korea. Saat terselenggara pertemuan di tingkat regional demikian, akan membentuk jejaring yang memudahkan memperoleh akses informasi terkait program beasiswa, maupun berbagai program yang lain.

Program pemberian penghargaan ini di Indonesia sebenarnya sudah berlangsung sejak 15 tahun silam. Namun perkembangannya sangat lamban, bahkan di tahun 2005 sempat sama sekali terhenti. Kini, di tanah air terdapat 2.500 peserta penerima penghargaan. Selain Smamda Surabaya, sekolah menengah lain yang terdaftar ikut dalam program ini diantaranya; Mu’alimin Muhammadiyah Yogyakarta; SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo, Jawa Timur; Pesantren Pabelan, Magelang, Jawa Tengah;  SMA Ciputra Surabaya, Jawa Timur dan Surabaya Europe School. Kemudian ada Universitas Petroleum 45 Yogyakarta, adalah salah satu peserta di tingkat Perguruan Tinggi.

Program yang diikuti jutaan anak muda dari puluhan negara ini, dibagi dalam empat zona; yaitu Zona Asia Pasifik, Zona Europa-Mediterania-Arab State (Emas), Zona Afrika dan Zona Amerika.

SI Online.

Sejumlah 27 siswa-siwi dan seorang yang kini telah menjadi alumni SMA Muhammadiyah 2 Surabaya (Smamda), menerima penghargaan dari semacam Yayasan (Foundation) The International Award for Young People (IAYP) atau Adinugraha Indonesia The Duke of Edinburgh’s (Pangeran) Philip, London, Inggris.

Adalah Mustika Diah, siswi klas 2 ( klas 11) salah satu dari 28 siswa Smamda Surabaya peraih award itu. Dari tiga kategori penghargaan (Emas, Perak dan Perunggu), Mustika Diah mendapatkan penghargaan dengan kategori perak.

Sedang penghargaan ketegori emas diraih seorang siswa alumni---yang lulus tahun 2013 lalu. Dan 26 siswa lainnya memperoleh penghargaan kategori perunggu diantaranya; Kholifatul Khasanah, M. Khoirul Khafidz, Siti Agustin Maghfiroh serta M. Hamsyah.

Untuk meraih penghargaan ini, siswa peserta program, dalam kurun waktu tertentu harus melakukan serentetan kegiatan rekreasi fisik (kegiatan olah-raga yang terukur) dan seni, skill, layanan sosial dan adventures.

Mustika Diah menggambarkan untuk skill; ia menyertakan bukti kegiatan lomba presenter yang pernah diikuti dan berhasil mencapai final. Untuk kegiatan layanan sosial, dimasukkan kepesertaannya secara aktif di-organisasi Remaja sebuah Masjid. Kegiatan fisik dan seni, dimasukkan bukti ia pernah meraih juara pada Kejaraan Nasional (Kejurnas) Tapak Suci memperebutkan Piala Univ. Airlangga tahun 2013. Tapak Suci merangkum aktifitas olah raga dan seni bela diri (pencak silat).

Siswa/i peraih piagam penghargaan ini meyakini, kelak setelah lulus dari SMA, dapat memudahkan untuk mendapatkan perguruan tinggi pilihannya; memudahkan pula untuk memperoleh bea-siswa. Beberapa alumni Smamda yang pernah meraih penghargaan ini, tidak saja mendapat kemudahan untuk mendapatkan pendidikan lanjutan di perguruan tinggi, melainkan juga merasa memperoleh kemudahan ketika harus bersaing dalam memperoleh pekerjaan.

Mas’ad Fachir, Kepala Sekolah Smamda Surabaya menyatakan sangat mendukung kegiatan siswa dengan muara untuk memperoleh penghargaan ini. Diungkapkan pula, di sekolah-nya terdapat 42 jenis kegiatan ekstra-kurikuler yang dapat dimanfaatkan siswa untuk mendukung upaya untuk memperoleh penghargaan ini, atau setidaknya dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan diri. “Dengan penghargaan yang diperoleh, diyakini dapat bernilai dan dapat membantu menumbuhkan kepercayaan diri di kalangan siswa peraihya,” katanya.

Seperti dikutip Harian Surya, Mas’ad Fachir menambahkan, Smamda mengikutkan siswa/i-nya dalam program IAYP sejak program itu ada di Indonesia di tahun 1999. Para siswa yang pernah meraih penghargaan, juga berprestasi di berbagai ajang internasional yang tidak saja mewakili sekolah-nya, tetapi juga mewakili Indonesia; diantaranya Award Leader Forum (ALF) yang digelar di Seul-Korea maupun di Kuala Lumpur Malaysia.

Berbarengan penyerahan piagam penghargaan, Mayong Suryo Laksono mengungkap, dengan penghargaan ini menjadi bukti adanya prestasi, walaupun sama sekali tidak ada yang dilombakan. Peserta program ini, telah memberikan bukti memiliki prestasi kecakapan pribadi di bidang olah raga, seni serta yang lainnya. Peserta program tergabung dalam suatu kelompok. Setiap kelompok terdapat mentor pendamping yang memberikan penilaian dalam kurun waktu yang sudah ditentukan. Setiap siswa peserta memiliki buku penilaian, tak ubahnya seperti buku rapor dalam jenjang pendidikan.

Setelah para siswa memperoleh penghargaan ini, menurut Mayong Suryo Laksono, secara langsung menjadi bagian dari ‘masyarakat’ global di bawah naungan yayasan. Yang telah berjalan selama ini, ada pertemuan para peraih penghargaan ditingkat regional bahkan kemudian di tingkat internasional. Dalam waktu dekat ini, pertemuan itu diselenggarakan di salah satu kota di Korea. Saat terselenggara pertemuan di tingkat regional demikian, akan membentuk jejaring yang memudahkan memperoleh akses informasi terkait program beasiswa, maupun berbagai program yang lain.

Program pemberian penghargaan ini di Indonesia sebenarnya sudah berlangsung sejak 15 tahun silam. Namun perkembangannya sangat lamban, bahkan di tahun 2005 sempat sama sekali terhenti. Kini, di tanah air terdapat 2.500 peserta penerima penghargaan. Selain Smamda Surabaya, sekolah menengah lain yang terdaftar ikut dalam program ini diantaranya; Mu’alimin Muhammadiyah Yogyakarta; SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo, Jawa Timur; Pesantren Pabelan, Magelang, Jawa Tengah; SMA Ciputra Surabaya, Jawa Timur dan Surabaya Europe School. Kemudian ada Universitas Petroleum 45 Yogyakarta, adalah salah satu peserta di tingkat Perguruan Tinggi.

Program yang diikuti jutaan anak muda dari puluhan negara ini, dibagi dalam empat zona; yaitu Zona Asia Pasifik, Zona Europa-Mediterania-Arab State (Emas), Zona Afrika dan Zona Amerika.